semoga kau bahagia

aku melebur di antara kaki yang hancur
jiwa yang melacur pada astana megah hanya untuk tolak ukur.
rindu mengepul bagai embun tak terpukul

roda waktu yang memutar
jerat waktu kian memacu
aku merajuk di akhir kata rindu yang merancu

sumpah serapah tak terlontar
hingga sadar waktu kini tak berputar
dia berhenti di satu titik saat semua orang berada di sampingmu
berada jauh dari panoramaku

diorama tak fana
memori mengalir dalam arteriku
menyamar bagai sel darah ku
menggebuk bilik di sisi jantungku
aku kalah dalam perjuangan entah sampai detik keberapa

kutawarkan selamat
semoga kau bahagia selamanya
dalam selip doaku
tuhan selalu memberi terbaik
baik bagiku ataupun bagimu
selamat kau telah menyempurnakan agamamu
dan selamat aku yang tak selamat dari bilik rindu yang tumbuh di siklus yang rapuh


panji fajar

semoga kau bahagia dengan pilihanmu

Komentar

Postingan Populer